10 years, the sex will be in beat with IVF<>10 tahun mendatang, sex akan di kalahkan dengan bayi tabung

Posted by pak yons on Sunday, August 8, 2010


10 years, the sex will be in beat with IVF


According to experts who do research estimates that, in the next 10 years to every married couple will no longer have sex to get the baby. Sex altered by the process will start IVF According to experts, the couple age 30's now beginning to roll in fertility change and rely on artificial methods of human reproduction because the system has been judged "inefficient." It makes sexual activity in the future no more than just pleasure or recreation.
This prediction was presented by Dr. John Yovich, veterinary experts from Murdoch University in Perth, Australia in the journal Reproductive biomedicine. Yovich sure, IVF test tube baby method will reduce the pressure experienced by couples who have delayed pregnancy in order to pursue a career. It is more important, undergoing IVF option is more effective than trying to pregnancy naturally.

According to a count of the experts, young women today have only one in four chance (25 percent) each month to get pregnant through sexual activity. Meanwhile, among the age-35an, this opportunity is much smaller ie only one of 10 opportunities.

Meanwhile, the average IVF success has now reached 50 percent and getting closer to 100 percent. Is this fact that makes Dr Yovich was so convinced that IVF will become the main choice to have children in the next 10 years.

bahasa indonesia

10 tahun mendatang, sex akan di kalahkan dengan bayi tabung

Menurut para ahli yang melakukan riset memperkirakan bahwa, dalam 10 tahun ke depan setiap pasangan menikah tidak akan lagi melakukan hubungan seks untuk memperoleh bayi. Hubungan seks akan mulai tergeser oleh proses bayi tabung Menurut para ahli, pasangan usia 30-an kini mulai beramai-ramai beralih dan mengandalkan metode kesuburan artifisial karena sistem reproduksi manusia sudah dinilai “tidak efisien”. Hal itu membuat aktivitas seks di masa depan tidak lebih dari sekedar kesenangan atau rekreasi.
Prediksi ini disampaikan oleh Dr. John Yovich, ahli veteriner dari Murdoch University di Perth, Australia dalam jurnal Reproductive BioMedicine. Yovich yakin, metode bayi tabung IVF akan dapat mengurangi tekanan yang dialami para pasangan yang telah menunda kehamilannya demi mengejar karier. Hal yang lebih penting, menjalani opsi bayi tabung dinilai lebih efektif ketimbang mencoba kehamilan secara alami.

Menurut hitungan para ahli, perempuan muda saat ini hanya punya satu dari empat kesempatan (25 persen) setiap bulan untuk hamil melalui aktivitas seks. Sementara di antara usia-35an, kesempatan ini jauh lebih kecil lagi yakni hanya satu dari 10 kesempatan.

Sementara itu rata-rata keberhasilan IVF kini sudah mencapai 50 persen dan semakin mendekati 100 persen. Fakta inilah yang membuat Dr Yovich begitu yakin kalau bayi tabung akan menjadi pilihan utama untuk memiliki anak dalam 10 tahun mendatang.

{ 1 comments... read them below or add one }

black-bloggerholic said...

Hasil riset tsb bisa dimengerti mengingat tingkat kehamilan berkaitan dengan juga dg tingkat stess seseorang. Zaman terus berubah dan semakin hari kita dituntut "bergerak" lebih cepat. Yah,teknologi tidak selalu berarti kemajuan.
Seks akan bergeser hanya sebagai kesenangan? Semoga tidak terjadi demikian. Wallahu'alam

Post a Comment